VIRALNYA PEREMPUAN BERCADAR MAIN DJ | SALAH SATU BUKTI KEMEROSOTAN BERFIKIR UMAT
Kita kembali di
semarakkan dengan munculnya berita perempuan bercadar yang bermain Dj. Ketika
kita melihat adanya fakta real yang seperti itu maka yang muncul pertanyaan
dalam benak kita adalah bagaimana seharusnya perempuan dalam kehidupan Islam ?
Perempuan itu
sangat dimuliakan ketika Islam diterapkan secara kaffah (baca: menyeluruh),
Islam memandang perempuan itu adalah sesuatu yang harus dijaga kehormatannya.
Dalam dunia kapitalistik ini semua aktivitas menjadi wajar dilakukan, sekalipun
sebenarnya aktivitas itu tidak di perbolehkan dalam Islam.
Kaum perempuan saat
ini memaksakan diri untuk bekerja karena tuntutan dari kehidupan ekonomi yang
kian merosot. Apalagi jika kita melihat yang melakukan aktivitas ini adalah
Mahasiswa, sebenarnya bagaimana peran mahasiswa ? apakah hanya memuaskan
aktivitas yang ingin dilakukan saja ? apakah tidak ada tanggung jawab dari kata
“Seorang Mahasiswa” ?
Dalam kehidupan kapitalistik ini
lah yang membuat mahasiswa yang harusnya fokus di dunia kampusnya, namun
dikarenakan biaya kuliah yang mahal itu membuat mahasiswa jadi terus-terusan
berfikir bagaimana agar bisa membayar kuliah. Ditambah lagi kurikulum kampus
yang mencetak mahasiswa yang semakin materialistik, yang dipikirkan hanya
bagaimana cara mendapat nilai IPK yang tinggi dan memperoleh Ijazah dengan IPK
yang bagus dan setelah lulus bisa diterima di tempat kerja yang gajinya besar.
Begitulah mindset mahasiswa saat ini, sehingga sangat tidak heran ketika ada
seorang perempuan yang dia juga termasuk mahasiswa ini bermain Dj agar
kebutuhannya terpenuhi.
Ketika kita
menerapkan Islam secara kaffah maka hal tersebut tidak akan terjadi, karena
Islam memposisikan perempuan sebagai sosok yang dapat memberikan kontribusi
besar dalam membangun sebuah peradaban. Islam mengajarkan bahwa kekuatan dan
kemandirian harus dilandaskan oleh ilmu dan iman.
Peran seorang perempuan itu adalah sebagai konstruktor
peradaban dan pencetak generasi cemerlang, dan saat ini ketika perempuan hanya
di eksploitasi potensinya, maka peran yang seharusnya dimiliki akan hilang.
Inilah bukti bahwa ketika Ilmu dan Iman tidak dipakai dalam melakukan aktivitas
apapun, maka kemerosotan berfikir pada Kaum perempuan terjadi.
Dan ketika menginginkan untuk bangkit
tidak ada cara lain kecuali dengan menggunakan Islam sebagai pedoman menuju
kebangkitan. [AD]
Wallahua'lam

