Saturday, April 22, 2017

VIRALNYA PEREMPUAN BERCADAR MAIN DJ | SALAH SATU BUKTI KEMEROSOTAN BERFIKIR UMAT



VIRALNYA PEREMPUAN BERCADAR MAIN DJ | SALAH SATU BUKTI KEMEROSOTAN BERFIKIR UMAT

 Kita kembali di semarakkan dengan munculnya berita perempuan bercadar yang bermain Dj. Ketika kita melihat adanya fakta real yang seperti itu maka yang muncul pertanyaan dalam benak kita adalah bagaimana seharusnya perempuan dalam kehidupan Islam ?
Perempuan itu sangat dimuliakan ketika Islam diterapkan secara kaffah (baca: menyeluruh), Islam memandang perempuan itu adalah sesuatu yang harus dijaga kehormatannya. Dalam dunia kapitalistik ini semua aktivitas menjadi wajar dilakukan, sekalipun sebenarnya aktivitas itu tidak di perbolehkan dalam Islam.
Kaum perempuan saat ini memaksakan diri untuk bekerja karena tuntutan dari kehidupan ekonomi yang kian merosot. Apalagi jika kita melihat yang melakukan aktivitas ini adalah Mahasiswa, sebenarnya bagaimana peran mahasiswa ? apakah hanya memuaskan aktivitas yang ingin dilakukan saja ? apakah tidak ada tanggung jawab dari kata “Seorang Mahasiswa” ?
Dalam kehidupan kapitalistik ini lah yang membuat mahasiswa yang harusnya fokus di dunia kampusnya, namun dikarenakan biaya kuliah yang mahal itu membuat mahasiswa jadi terus-terusan berfikir bagaimana agar bisa membayar kuliah. Ditambah lagi kurikulum kampus yang mencetak mahasiswa yang semakin materialistik, yang dipikirkan hanya bagaimana cara mendapat nilai IPK yang tinggi dan memperoleh Ijazah dengan IPK yang bagus dan setelah lulus bisa diterima di tempat kerja yang gajinya besar. Begitulah mindset mahasiswa saat ini, sehingga sangat tidak heran ketika ada seorang perempuan yang dia juga termasuk mahasiswa ini bermain Dj agar kebutuhannya terpenuhi.
Ketika kita menerapkan Islam secara kaffah maka hal tersebut tidak akan terjadi, karena Islam memposisikan perempuan sebagai sosok yang dapat memberikan kontribusi besar dalam membangun sebuah peradaban. Islam mengajarkan bahwa kekuatan dan kemandirian harus dilandaskan oleh ilmu dan iman.
Peran seorang perempuan itu adalah sebagai konstruktor peradaban dan pencetak generasi cemerlang, dan saat ini ketika perempuan hanya di eksploitasi potensinya, maka peran yang seharusnya dimiliki akan hilang. Inilah bukti bahwa ketika Ilmu dan Iman tidak dipakai dalam melakukan aktivitas apapun, maka kemerosotan berfikir pada Kaum perempuan terjadi.
Dan ketika menginginkan untuk bangkit tidak ada cara lain kecuali dengan menggunakan Islam sebagai pedoman menuju kebangkitan. [AD]
Wallahua'lam



Friday, April 21, 2017

Demokrasi melahirkan sikap kecurangan manusia, Bagaimana dengan Islam ?



Demokrasi melahirkan sikap kecurangan manusia, Bagaimana dengan Islam ?

Saat ini orang Indonesia sedang diramaikan dengan pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jakarta putaran kedua, Pemungutan dan penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) akan berlangsung pada 19 April 2017. ( https://news.detik.com/berita/d-3438563/ini-jadwal-tahapan-pilgub-dki-jakarta-putaran-kedua )
Kedua pasangan ini melakukan berbagai cara agar bisa mengambil hati rakyat untuk kemenangan pasangan calon gubernur. Cara yang dilakukan oleh kedua pasangan ini sangat beraneka macam. Misalnya terjadi kasus, Ketua DPC PPP kubu Haji Lulung, Hadi menduga pengiriman sembako itu dikoordinir oleh pengurus PPP kubu Ketum Romahurmuziy (Romi). Dia mengaku kecewa atas tindakan tersebut karena dilakukan di masa-masa tenang Pilgub DKI.
"Ada laporan masyarakat, ada penurunan sembako jam 02.00 WIB pagi sebanyak 7 truk sembako. Lalu teman-teman yang sedang berkeliing melapor ke saya. Kemudian saya persuasif ajak komunikasi warga, saya dapati ini dikoordinir oleh PPP kubu Romi," kata Hadi sebelumnya di lokasi yang sama.
Menurut Lulung, proses penyimpanan sembako tersebut dapat melemahkan demokrasi yang ada di Jakarta. Seharusnya hal itu tidak dapat terjadi dalam masa tenang Pilgub DKI Jakarta putaran kedua.
"Ini bentuk kecurangan dan melakukan melemahkan demokrasi kita. Ini tidak diharapkan karena minggu tenang," ujar Lulung di lokasi, Jalan Jagakarsa Raya, Jakarta Selatan, Senin (17/4/2017). ( https://news.detik.com/berita/d-3476496/ada-penyimpanan-sembako-di-kantor-ppp-jaksel-lulung-itu-curang )
Ketika situasi seperti ini terjadi, itu adalah wajar karena memang demokrasi itu sangat memihak kepada siapa yang punya modal untuk melaksanakan kepentingannya. Sehingga memang dalam demokrasi terjadi kasus seperti ini itu sangatlah wajar. Lagi-lagi siapa yang memiliki kepentingan dan ia punya modal maka itulah yang akan menang, apalagi ditambah dengan menggandeng para korporat asing yang memiliki dana yang lebih besar. 

Bagaimana dengan Islam ?
Islam diterapkan dimasyarakat oleh tiga pilar: ketakwaan individu, kontrol sosial masyarakat dan oleh negara. Nah saat ini, dari  dua pilar itu tinggal satu yang tersisa, yaitu ketakwaan individu, itupun relatif sedikit dibanding populasi. Adapun kontrol sosial sekarang sudah sangat kabur. Sudah puluhan tahun, kultur yang ada hanya mentolerir pengamalan ajaran Islam, bukan memotivasinya. Yang mengabaikan kewajiban atau melanggar larangan agama semakin merasa biasa-biasa saja. Bahkan sebagian hal-hal yang diwajibkan Islam masih memerlukan ijin untuk diterapkan. Inilah opini yang saat ini berkuasa.
Sedangkan negara, yang mestinya tinggal memaksa mereka yang ketakwaannya ataupun kontrol sosial dilingkungannya belum mendorong menaati Islam, justru saat ini hanya mengikuti tadi. Demokrasi adalah doktrin bahwa hukum atau aturan masyarakat harus diambil atas kehendak rakyat. Ketika opini umum yang dominan ditengah rakyat masih sekuler liberal, otomatis demokrasi hanya akan menghasilkan hukum yang sekuler-liberal.
Saatnya para Intelektual mengambil peran dan tanggung jawab. Merekalah yang harus menginspirasi para pemimpin politis agar maju, mengambil alih tanggung jawab memimpin masyarakat menghadapi masa-masa yang berat. Bila para intelektual ini lebih cinta dunia dan takut mati, maka para pemimpin pun akan menjadi lemah dan akhirnya rusak. Jika pemimpinnya rusak, maka umatpun akan rusak. Sebaliknya, jika para intelektual ini lebih mencintai Allah dan mati syahid, tidak takut menderita, maka para pemimpin akan menjadi kuat, menjadi besar hatinya, dan berusaha menjauhi kerusakan. Dan jika ada pemimpin-pemimpin yang seperti ini, maka umatpun akan bisa diperbaiki, karena ada teladan yang bisa dipercaya. Umatpun akan bisa dibangkitkan, dan bisa diajak bergerak menuju tugas sejarahnya. [AD]
Wallahua’lam

Monday, December 21, 2015

Tas Resleting Cantik
Di Jahit Oleh Tenaga Profesional Dan Terbuat dari Resleting yang berkualitas

Rp 60000

Hub : WA 085606648555
 BBM: 52099D52